Media Berbasis Visual


Visualisasi pesan, informasi, atau konsep yang ingin disampaikan kepada siswa dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk, seperti foto, gambar/ ilustrasi, sketsa/gambar garis, grafik, gambar, chart dan gabungan dari dua bentuk atau lebih foto menghadirkan ilustrasi melalui gambar yang hampir menyamai kenyataan dari sesuatu objek atau situasi. Sementara itu, grafik merupakan representasi simbolis dan artistik sesuatu objek atau situasi.
Keberhasilan penggunaan media berbasis visual ditentukan leh kualitas dan efektivitas bahanbahan visual dan grafik itu. Hal ini hanya dapat dicapai dengan mengatur dan mengorganisasikan gagasan-gagasan yang timbul, merencanakannya dengan seksama, dan menggunakan teknik-teknik dasar visualisasi objek, konsep, informasi, atau situasi. Meskipun perancang media pembelajaran bukan seorang pelukis dengan latar belakang profesional, ia sebaiknya mengetahui beberapa prinsip dasar dan penuntun dalam rangka memenuhi kebutuhan penggunaan media berbasis visual.

Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: Rajawali Pers), Hal106-107.



Pemilihan Media


Dari segi teori belajar, berbagai kondisi dan prinsip-prinsip psikologis yang perlu mendapat pertimbangan dalam pemilihan dan penggunaan media adalah sebagai berikut:
1.      Motivasi
2.      Perbedaan individual
3.      Tujuan pembelajaran
4.      Organisasi isi
5.      Persiapan sebelum belajar
6.      Emosi
7.      Partisipasi
8.      Umpan balik
9.      Penguatan (reinforcement)
10.  Latihan dan pengulangan
11.  Penerapan

Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: Rajawali Pers), hal 72-75.

Dasar Pertimbangan Pemilihan Media


Pertanyaan-pertanyaan praktis yang dapat diajukan dalam rangka pembelian media jadi adalah sebagai berikut
1.      Apakah media yang bersangkutan relevan dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapaai?
2.      Apakah ada sumber informasi, katalog dan sebaginya mengenai media yang bersangkutan?
3.      Apakah perlu dibentuk tim untuk mereview yang terdiri dari para calon pemakai?
4.       Apakah ada media dipasaran yang telah divalidasikan?
5.      Apakah media yang bersangkutan boleh direview terlebih dahulu?
6.      Apakah tersedia format review yang sudah dibakukan?
Arief S. Sadiman, Media Pendidikan, (Jakarta: Raja Grafindo Persada), Hal 85.

Proses Belajar Mengajar sebagai Proses Komunikasi


Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui saluran/media tertentu ke penerima pesan. Pesan, sumber pesan, saluran/media dan penerima pesan adalah komponen-komponen proses komunikasi. Pesan yang akan dikomunikasikan adalah isi ajaran atau didikan yang ada dalam kurikulum. Sumber pesannya bisa guru, siswa, orang lain ataupun penulis buku dan prosedur media.  Salurannya adalah media pendidikan dan penerima pesannya adalah siswa atau juga guru.
Arief S. Sadiman, Media Pendidikan, (Jakarta: Raja Grafindo Persada), Hal 11-12.

Klasifikasi Pengalaman Pembelajaran


Bermacam peralatan dapat digunakan oleh guru untuk menyampaikan pesan ajaran kepada siswa melalui penglihatan dan pendengaran untuk menghindari  verbalisme yang masih mungkin terjadi kalau hanya digunakan alat bantu visual semata. Dalam usaha memanfaatkan madia sebagai alat bantu ini Edgar Dale mengadakan klasifikasi pengalaman menurut tingkat dari yang paling konkret ke yang paling abstrak. Klasifikasi tersebut kemudian dikenal dengan nama kerucut pengalaman (cone of experience)dari Edgar Dale dan pada saat itu dianut secara luas dalam menentukan alat bantu apa yang paling sesuai untuk pengalaman belajar tertentu.
Arief S.Sadiman, Media Pendidikan, (Jakarta: Raja Grafindo Persada), hal.8.